Mu Kratha Menyembuhkan Segalanya

Chiratikan Sanguancheep

Project Coordinator & TH Copy Editor

Keluarga saya memiliki tradisi lama yang sudah berlangsung selama dua dekade: kumpul keluarga pada hari Minggu. Bahkan di Thailand yang penduduknya adalah pencinta kuliner, komitmen kami untuk mengadakan acara makan-makan mingguan selama 20 tahun merupakan suatu keajaiban. Jumlah orang yang hadir pada hari Minggu lalu adalah 15 orang, sebuah acara kumpul-kumpul yang menyaingi perayaan Tahun Baru! Memberi makan sekian banyak orang setiap minggu tidak selalu mudah, dan kami mengadakannya di restoran ketika ingin suasana baru selain dapur kami. Namun, bagi sebagian besar acara yang diadakan di rumah, kami memiliki satu senjata rahasia yang jadi andalan: mu kratha.



Mu kratha adalah cara memasak daging dan sayuran di atas wajan berbentuk kubah. Ketika hidangan ini dikenal pertama kali dalam dunia kuliner Thailand sekitar 25-30 tahun lalu dan mulai menjadi populer, orang sering salah menyebutnya sebagai “barbeku ala Korea” karena kemiripannya. Namun, mu kratha memiliki asal usul mendalam sebagai warisan kuliner Thailand, dan masyarakat belajar membedakan antara mu kratha dan barbeku Korea serta menghargai keduanya dari segi cita rasa masing-masing yang unik dan autentik. Saat ini, mulai dari rumah makan nan nyaman di lingkungan kecil dan tujuan wisata indah hingga warung makan di jalanan yang hiruk-pikuk, restoran mu kratha sangat mudah ditemukan di seluruh Thailand. Cita rasanya yang kaya dan inspirasi budaya dari kehidupan setempat yang ditawarkan oleh mu kratha menjadikannya pengalaman yang wajib dicoba oleh semua pengunjung Negeri Senyum ini.



Dalam bahasa Thailand, “mu” berarti daging babi dan “kratha” berarti wajan. Meskipun irisan-irisan daging babi bisa diganti dengan daging lain seperti sapi, hidangan laut, atau bakon, wajan berbentuk kubah adalah bagian yang tak tergantikan di dalamnya. Wajan ini adalah pemain bintang yang memanggang semua jenis daging hingga sempurna. Itu bahkan bukan bagian terbaiknya! Sup lezat yang berada di bagian cekung wajan bulat ini menyajikan kenikmatan aroma bakso ikan, mi, jamur, dan sayuran lainnya yang tengah direbus. Kemungkinannya tanpa batas. Saus cocol “suki” menjadikan rasanya makin lezat. Meskipun kata ini berasal dari hidangan Jepang, sukiyaki, saus cocol suki manis dan pedas kami lebih cenderung seperti saus ala Kanton. Saus makanan laut adalah hal mutlak bagi penggemar hidangan laut seperti saya.

Wajan berbentuk kubah dengan kaldu untuk memanggang daging yang dimarinasi dan merebus sayuran. Saus cocol suki [merah] dan saus hidangan laut [hijau] untuk kenikmatan mencocol Anda. Foto oleh IFha Tanagon
Dengan mu kratha, gelak tawa dan obrolan seru berlangsung di tengah-tengah aroma daging yang tengah dipanggang. Pengalaman bersantap menjadi perayaan komunitas dan individu, itu sebabnya ini adalah menu favorit dalam acara kumpul keluarga kami. Anda berbagi hidangan enak dan kebahagiaan seraya menyesuaikan saus cocol sesuai kehendak Anda. Percayalah, di Thailand, meracik saus rahasia atau mi kuah sesuai keinginan Anda sendiri merupakan karya seni yang kami anggap lumayan serius.
Mu kratha di acara kumpul keluarga kami. Foto oleh IFha Tanagon
Masyarakat Thailand memiliki tempat istimewa di hati kami dan perut yang keroncongan ingin menyantap mu kratha. Rasa cinta ini begitu dalam sehingga kami memiliki ungkapan bersama: “mu kratha menyembuhkan segalanya.” Inilah makanan paling menenangkan bagi jiwa. Ketika keluarga kami berkumpul bersama, kami tidak sekadar bersantap. Dengan setiap gigitan lezat mu kratha, kami berbagi momen istimewa dalam hidup kami sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan kami.

Translator: Culture Flipper Indonesian Team
Original Content in English: cultureflipper.com/blog/mu-kratha-heals-everything
02.14.2024